Panduan Budidaya Ikan Cupang Untuk Pemula

Panduan Budidaya Ikan Cupang Untuk Pemula

Budidaya Ikan Cupang tidak membutuhkan tempat yang luas dan modal yang banyak. Karena ikan cupang termasuk salah satu ikan hias yang mudah sekali dipelihara. Budidaya ikan cupang bisa dijadikan sebagai usaha sampingan. Tidak sedikit yang mulanya hanya penggemar kemudian beralih menjadi pembudidaya ikan cupang yang berhasil.

Ikan cupang dalam bahasa latin Betta sp. Merupakan ikan tawar yang berasal dari daerah tropis. Ikan cupang mudah ditemukan di perairan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Habitat ikan cupang adalah rawa-rawa, sungai, dan danau yang arusnya tenang. Di alam bebas, ikan cupang hidup secara berkelompok.

Jenis-jenis Ikan Cupang

  • Halfmoon
  • Plakat
  • Cupang Alam
  • Double Tail Betta
  • Veiltail
  • Crowntail
  • Giant Betta

Langkah-Langkah Budidaya Ikan Cupang

Bibit Ikan Cupang

Bibit yang berkualitas harus berasal dari keturunan yang unggul, bebas dari penyakit, kondisi sehat, dan tidak memiliki cacat firik. Bibit ikan cupang jantan dan betina ditempatkan secara terpisah.

Ciri ikan cupang jantan adalah berwarna cerah, gerakannya lincah, ekor dan sirip lebih mengembang lebar dan ukuran tubuhnya lebih besar. Ciri ikan cupang betina adalah ekor dan siripnya lebih pendek, berwarna lebih kusam, ukuran tubuhnya lebih kecil, dan gerakanyya lebih lamban.

Proses Pemijahan

Setelah induk sudah siap kawin, kemudian siapkan wadah berupa aquarium kecil berukuran sekitar 20 x 20 x 20 cm. Siapkan juga gelas plastik untuk ikan cupang betina dan tumbuhan air misalnya kayambang.

Setiap kali kawin, ikan cupang dapat menghasilkan telur hingga 1.000 butir. Selama 24 jam setelah pembuahan, telur tersebut sudah menetas. Meskipun telur yang dihasilkan banyak, tetapi pada akhirnya hanya terdapat sekitar 30-50 ekor cupang yang hidup.

Ikan cupang jantan bisa dikawinkan hingga 8 kali setiap 2-3 minggu sekali. Untuk ikan cupang betina, usahakan hanya dikawinkan sekali. Jika dipaksakan akan menghasilkan telur yang didominasi berkelamin betina.

Telur Menetas dan Merawat Burayak

Telur yang sudah menetas disebut burayak. Burayak yang masih berumur 1-2 har tidak perlu diberi makan. Ketika sudah berumur 3 hari keatas, baru diberikan pakan berupa kutu air atau telur ayam rebus dan diberikan kuning telurnya saja.

Ketika berumur 7 minggu dan lebih, burayak dapat diberi makan air kol (air hasil rendaman sayur kol). Pada waktu ini, induk ikan cupang jantan dipindah ke wadah lain.

Merawat Ikan Cupang

Ketika anakan ikan cupang sudah berumur 1 bulan keatas, anakan ikan cupang mulai dipindahkan. Pisahkan anakan tersebut ke dalam wadah kecil-kecil yang terbuat dari kaca. Pakan tidak perlu diberikan secara sering-sering , cukup 2 kali dalam sehari.

Untuk makanan ikan cupang dewasa, dapat gunakan konsentrat atau voer ikan hias yang banyak dijual di toko ikan hias. Bisa juga ditambahkan pakan ikan alami berupa cuk nyamuk atau cacing sutera.

Air harus selalu diganti secara teratur agar terjaga kebersihanyya. Karena sangat penting menjaga kualitas air agar ikan cupang tidak mudah terserang penyakit yang disebabkan dari penumpukan kotoran.

Sekian artikel mengenai Cara Budidaya Ikan Cupang ini. Semoga Bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *