Sejarah Bangsa Berkaitan dengan Piagam Jakarta

Sejarah Bangsa Berkaitan dengan Piagam Jakarta

Dalam sejarah bangsa Indonesia sangat terkenal perumusan dasar negara bangsa. Salah satu ujung tonggak dimulainya adalah dirumuskannya dalam teks isi piagam jakarta yang berisi dasar-dasar negara republik Indonesia yang dibuat oleh para pendiri bangsa kita.

Nama piagam jakarta sendiri dibuat oleh Muhammad Yamin, seorang tokoh sentral dalam masa awal perjuangan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

Hasil negosiasi yang dihasilkan pada 22 Juni 1945 ini oleh M. Yamin diberi nama Piagam Jakarta. Prinsip komprominya yaitu pihak Islam tidak menjadi dasar negara, tetapi penganut agama Islam wajib menjalankan syariat Islam yang akan diatur dalam konstitusi.

sejarah piagam jakarta

Hal itu tercantum dalam kalimat: “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” yang berada pada sila pertama. Info lebih lanjut silahkan baca tulisan menarik di laman website ini, sangat aktual dan akuntabel.

Pembuatan Piagam ini setelah melalui rapat berkali-kali yang berlangsung selama sepekan mulai 10 sampai dengan 16 Juli tahun 1945. Untuk mencapai kesepakatan sidang berlangsung alot dan penuh adu argumen yang melibatkan dua kelompok kebangsaan yg saat itu sangat berpengaruh, yakni kelompok nasionalis & kelompok Islam.

Isi piagam ini tertuang arah & tujuan bernegera serta memuat pula lima rumusan dasar negara Indonesia (Pancasila). Ada tokoh sentral yang ngotot untuk tetap mengaplikasikan isi asli dari piagam jakarta, yaitu ketua Muhammadiyah saat itu Ki Bagus Hadikusumo.

Beliau, Ki Bagus dikecewakan oleh sikap politik pemerintah kolonial belanda yg masih berpengaruh dan didukung oleh para ahli hukum adat yang membatalkan seluruh keputusan penting tentang diberlakukannya hukum Islam untuk kemudian diganti dengan hukum adat melalui penetapan Ordonansi 1931.

Kekecewaannya itu ia ungkap kembali saat menyampaikan pidato di depan Sidang BPUKPKI.  Guru Besar Kajian Islam Universitas Paramadina Prof DR Abdul Hadi WM mengatakan, sarjana Belanda terkemuka yang pakar tentang Indonesia, Nijwenhuijze, pernah mengatakan bahwa rumusan sila pertama Pancasila itu berasal dari golongan nasionalis berlatar belakang agama Islam.

Ungkapan yang sama juga dikatakan pakar hukum tata negara, Dr Hazairin. Beliau berpendapat bahwa rumusan sila ini merupakan bukti kelapangan dada tokoh2 agama Islam seperi tertuang dalam bukunya, Demokrasi Pancasila (Jakarta 1970:58).

Demikian secercah tulisan kami tentang sejarah bangsa dalam memperjuangkan berdirinya negara dari rongrongan penjajah kolonial hinda belanda yang masih berpengaruh bahkan saat negara kita sudah merdeka. Semoga bermanfaat tulisan kecil ini bagi pembaca yang budiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *